Part 52

1473 Words

Dengan teramat hati-hati, Mirza membaringkan tubuhnya di atas sofa bed masih dengan Halwa dalam pelukannya. Ia menyesuaikan posisi bantal di belakang lehernya dan menjadikan lengannya sendiri untuk bantalan kepala Halwa. Tangan kanannya menarik tubuh Halwa supaya bisa mendekap tubuh gadis itu dengan lebih erat. Mirza meletakkan dagunya di atas kepala Halwa. Wangi rambut gadis itu menggelitik penciumannya. Lembut dan memabukkan. Halwa bergumam lirih dan tubuh gadis itu bergerak mendekat, kepalanya bersandar di d**a Mirza dengan tepat. Hangat tubuh Halwa dan betapa pasnya ukuran tubuh gadis itu dalam pelukannya membuat Mirza mengingat kembali kejadian yang terjadi di apartemennya tempo lalu. Seandainya saja saat itu ia mengiyakan tuntutan ibunya, pasti saat ini dia tidak hanya bisa memelu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD