8 | Aylin Markulin

1517 Words

Aylin berpikir keras. Apa coba? Ya, apa ini, hm? Kok, bisa meet lagi sama cowok itu? Om Reno. Aylin ingat. Mana mungkin dia lupa malam paling bersejarah sampai dirinya mimpi jorok. Seumur-umur baru saat itu rasanya bercengkerama intim—bahkan di mimpi. Dan yang benar saja! Om Reno-Reno itu ternyata kakaknya Maharani? Maksudnya, si Mahareno? Tapi, kok, agak janggal, ya? Ataukah Bang Reno—kakak Maharani—mengalami penuaan dini? Lagi pula saat itu bilangnya umur tiga puluh satu tahun, sedangkan kakak Maharani belum setua itu nggak, sih?! Astagaaa. Patah hati belum kelar, Aylin dibikin pusing. Dia belum jadi apa-apa saja sudah banyak pikiran. Haruskah Aylin tanyakan ke Maharani? Tapi ... ah, tidak. Jangan dulu. Masalahnya, ini juga belum pasti. Mungkin kalau bertanya tipis-tipis bisa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD