Dua Putri Yang Berbeda

1180 Words

“Sudahlah, pokoknya kamu tidak bisa berpikir tentang hal itu. Ingat jika saat ini kamu masih menjadi istri Hugo dan bahkan belum mendapatkan sepeserpun dari dia!” kata Sarah berkata pelan setengah berbisik kesal. “Tapi aku sudah memiliki darah dagingnya di perutku, jadi Ibu tidak usah khawatir!” kata Ara, tidak mau terus-terusan dipojokan seperti ini. “Itu tidak menjamin selama kamu belum mendapat pernyataan tertulis dari dia, jadi kamu harus bersikap baik dan menjaga sikap terlebih di hadapan Daylon!” “Iya, aku tahu!” tukas Ara dengan nada kesal. Sarah pun mendengkus. “Sudahlah, sekarang di mana Ayahmu?” tanyanya. Giliran Ara yang mendengar kesal. “Ayah sejak tadi sedang minum teh bersama Daylon dan juga Likha di paviliun belakang!” katanya. Sarah mengangkat alis mendengarnya. “

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD