Bab 34. Menunggu Dia Bangun

1442 Words

“Saya baik-baik saja, Dira.” Ilham merasa tubuhnya baik-baik saja dan tidak merasakan sakit sedikit pun. “Mas yakin?” Indira ragu jika melihat wajah Ilham. “Mas sudah makan malam?” tanya Indira untuk memastikan jika pria itu baik-baik saja. “Saya sudah makan malam sebelum datang ke sini.” Ilham berbohong. Pria itu belum makan malam sama sekali karena sibuk mengurus pekerjaan. “Ya sudah.” Indira turun ke lantai bawah. Di sana dia membuat teh hangat yang dicampur madu untuk Ilham. Dia merasa pria itu tidak baik-baik saja seperti yang dia katakan. Perempuan itu membawa segelas teh itu ke lantai atas lalu dia berikan pada Ilham. “Terserah mas Ilham mau minum teh itu atau enggak, yang penting aku sudah membuatkan.” Indira tinggalkan Ilham bermain bersama Kenzi. Dia pun masuk kamar s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD