Richard tidak memedulikan tatapan orang-orang di sekitar parkiran. Ia mencengkeram pinggang Hana dengan kasar, menarik tubuh mungil itu hingga menempel pada jas mahalnya. Napasnya memburu, terasa panas di permukaan kulit Hana yang dingin terkena angin malam Roma. Richard tidak bisa menahan amarah karena adegan Hana bersama pria lain di pesta. "Kamu tidak ada hak untuk dekat dengan pria lain, Hana. Kamu lupa kalau kamu sudah aku beli? Aku bebaskan dari Rossa dengan harga yang tidak murah!" bentak Richard, suaranya rendah namun penuh penekanan yang mengancam. Hana justru melipat tangannya di d**a dengan santai, menatap Richard dengan pandangan yang sulit dibaca. Tidak ada ketakutan di sana, hanya ada tantangan yang berkobar. "Kalau kamu bosan, kamu boleh kok buang aku sekarang juga, Tuan.

