Mengerti dan Percaya

1223 Words

Dimas memukul kaca cermin di atas wastafel dengan kencang. Tidak sampai pecah, tetapi cermin itu retak membentuk banyak garis di sana, sampai-sampai pantulan wajahnya tak jelas ia lihat. "Kenapa ia tidak mengerti kalau aku cemburu?" kesal lelaki itu bicara pada bayangannya sendiri. "Aku marah ketika ia membicarakan lelaki lain yang ternyata pernah ia sukai," geramnya kemudian. Dimas lalu menyisir rambut ke belakang dengan jari tangannya. Perasaan kesal dan emosi masih mengganjal di hati dan pikirannya, manakala teringat akan sosok lelaki yang pernah ia lihat keluar dari toko roti milik Rayya. Lelaki yang cukup tampan, yang pasti mampu membuat banyak gadis menyukainya. Tak terkecuali Rayya, istrinya sendiri, yang ternyata mengakui jika perempuan itu pernah ada hati pada sahabatnya it

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD