Malam harinya BRAK “Di mana wanita itu?” geram Rafa Rafa membuka pintu dengan cukup kasar. Saat membuka pintu istrinya adalah orang pertama yang ia cari. Rafa ingin memastikan Humairah tidak berkata apapun tentangnya pada keluarga mereka. “HUMAIRAH!” teriaknya Tak Tak Suara langkah mendekat ke arah Rafa. Humairah yang sedang berada di dapur terkejut mendengar teriakan suaminya. “Mas Rafa, ada apa? Kenapa teriak?” Rafa mendekat ke arah Humairah lalu mencengkram kedua pipi wanita itu dengan cukup kuat. “Awss,” “Sshh.. sakit, mas!” ringis Humairah “Kamu bilang apa ke Orang Tua kita?” Humairah menggelengkan kepalanya. “Humairah nggak bilang apa-apa, mas.” “Jangan bohong!” “Humairah nggak bohong.” “Sshh.. sakit, mas! Tolong lepasin!” Humairah meringis kesakitan karena

