Cup “Emhh,” lenguh Rafa saat menyatukan bibir keduanya Humairah memejamkan mata karena tidak berani menatap wajah suaminya. Jarak wajah keduanya cukup dekat, bahkan mereka bisa merasakan hembusan nafas masing-masing. Rafa tersenyum saat merasakan bibir kenyal dan penuh kelembutan itu. “Enghh,” lenguh Rafa Tangan Rafa turun ke bawah mencari tangan Humairah. Saat menemukannya ia langsung menggenggam kedua tangan mungil milik istrinya. Tubuh keduanya menempel sempurna. Tidak ada space sedikitpun yang menghalangi keduanya. “Keluarkan suara kamu, Humairah!” ujar Rafa dengan suara berat “—“ Humairah terdiam. Perasaan Humairah campur aduk. Ia tidak tahu harus melakukan apa. Bahkan ia tidak tahu caranya mengimbangi permainan Rafa. Ia hanya bisa pasrah di bawah suaminya. “Emhh, mash…”

