Humairah mengelus perutnya yang masih rata. Tepat di hari ini kandungannya berusia tiga minggu. Dan selama itu ia belum memberitahu siapapun tentang kandungannya. Bahkan ia menyimpan rahasia ini dari kedua Orang Tuanya. “Nak, maafin Bunda karena belum berani memberitahu kehadiran kamu pada keluarga kita.” lirihnya sembari mengelus perut “Bunda takut, nak.” Humairah memiliki ketakutan sendiri. Pikirannya terus tertuju pada suatu hal yang tidak-tidak. Yang seharusnya suami adalah orang pertama yang mengetahui kehamilan tapi malah sebaliknya. Humairah menyembunyikan itu semua darinya. “Masak apa kamu pagi ini?” Deg Humairah telonjak kaget karena tiba-tiba mendengar suara suaminya. Untung saja ia sudah menyimpan kotak s**u pada tempat yang seharusnya. “M-mas Rafa!” gugupnya Rafa me

