Bima meninggalkan bengkel sekitar pukul sembilan pagi, setelah tadi malam dia memilih bermalam di bengkel usai menyelesaikan pekerjaannya tepat pukul tiga pagi. Dan, pagi ini dia terbangun karena panggilan telepon dari Rita yang lagi-lagi mengingatkannya untuk datang ke butik Calista. Wanita arogan yang berhasil membeli harga dirinya dengan segepok uang. Dia memesan ojek online ke butik Calista, tak peduli dengan keterlambatannya. Bahkan sedikitpun tak ada kekhawatiran dalam dirinya akan kemarahan wanita itu. Peduli setan. Sesampainya di butik satu lantai itu, Bima mendorong pintu kaca yang tak terkunci. Udara sejuk berbaur wangi parfum mahal menyambutnya. Ruangan dipenuhi rak-rak baju dan etalase kaca berisi aksesori, tapi tak terlihat satupun pegawai. "Permisi." Seorang perempuan be

