Eps. 17 Bos Iblis Murka

1139 Words

Sentuhan itu berlangsung lebih lama dari seharusnya. Udara di antara mereka terasa hangat dan penuh makna. Orin merasa darahnya mengalir lebih cepat, sementara Van, yang biasanya begitu terkendali mendapati dirinya terjebak dalam momen yang polos namun sangat intim. “Maaf,” gumam Orin akhirnya, menarik tangannya perlahan, tapi senyum malu di bibirnya tidak bisa ia sembunyikan. “Nggak apa-apa,” balas Van, suaranya lebih rendah dari biasanya. Matanya masih menempel pada Orin, seolah tak mau melewatkan setiap detil ekspresinya. Mereka menyelesaikan makan malam dengan percakapan yang lebih pelan, lebih dalam. Setiap tawa, setiap pandangan, terasa seperti benang yang perlahan mengikat mereka lebih erat. Saat mereka berdiri untuk membereskan meja, bahu mereka bersenggolan dengan lembut. Dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD