“Astaga! Sejak kapan aku tertidur?!” pekik Van saat matanya terbuka lebar dua jam kemudian. Rasa lelah akibat bekerja nonstop dari pagi tanpa jeda membuatnya tak sadar terlelap. Ia baru menyadari hari sudah sore, dan yang lebih mengejutkan, ada selimut wol abu-abu yang menutupi tubuhnya hingga ke da-da, memberinya kehangatan yang mencegahnya kedinginan. Dia duduk perlahan, meraba kain selimut yang lembut. “Selimut ini...,” gumamnya, dan senyum hangat langsung merekah. “Pasti Orin yang menaruhnya.” Hatinya terasa penuh oleh perhatian kecil yang berarti besar baginya. Dengan hati-hati, ia membuka dan melipat selimut itu, lalu meletakkannya di sandaran sofa. Piyama santai kebesarannya yang terbuat dari kain katun tipis masih melekat di tubuhnya, menambah kesan santai yang kontras dengan

