Jangan Pernah Mengetuk

1366 Words

Kamar bernuansa princess Disney itu terlihat tenang. Abby duduk di bangku kecil di sudut, memperhatikan Ester yang dengan tangan terampil menyisir rambut ikal cokelat Suri yang masih lembap. Gadis kecil itu duduk anteng di atas karpet bulu, memeluk boneka kelinci yang sudah usang, jarinya yang kecil-kecil memutar-mutar telinga boneka itu dengan ritme yang konstan. Aroma sabun bayi yang lembut memenuhi udara. Ester menangkap pandangan Abby dari balik cermin, dan senyum hangatnya terpantul. Abby membalas dengan senyuman tipis yang tidak sepenuhnya menghilangkan kerutan di dahinya. "Boleh aku bertanya sesuatu?" Suara Abby pecah dalam keheningan yang nyaman. "Tentu, Abby silakan." Ester mengikat rambut Suri dengan karet elastis halus, lalu bergeser duduk di bangku rendah di sebelah Abby, me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD