Mandi Hujan

1742 Words

Abby duduk tegak di kursi kulit restoran, punggungnya tidak menyentuh sandaran. Tangannya terlipat rapi di atas meja marmer yang dingin. Di seberangnya, Om Irwan dan Tante Desi duduk berhadapan. Udara di antara mereka terasa pekat, dipotong hanya oleh bunyi percakapan dari meja sebelah. Sudah lima menit berlalu dalam keheningan yang canggung, hanya diselingi basa-basi biasa. Tatapan Tante Desi sesekali melirik tajam ke arah pakaian Abby, yang mengenakan blus bahan bagus dan loose pants yang rapi, seolah memindai setiap detail yang mengisyaratkan perubahan nasib keponakannya. Saat pelayan meninggalkan pesanan mereka, hanya tiga gelas tanpa makanan berat, Abby bisa melihat senggolan halus dari suku Tante Desi ke lengan Om Irwan di depannya. Isyarat itu jelas, kode memulai obrolan. "Abby.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD