Meja makan malam itu sunyi. Hanya suara sendok beradu dengan piring yang terdengar, ritmis dan monoton. Damian duduk di ujung, menyendok sup dengan gerakan lambat, pikirannya entah di mana. Audrey di sisi kanan, matanya pada piring, sesekali melirik ayahnya. Aidan di sisi kiri, fokus pada makanan, tidak peduli pada sekeliling. "Hm, Dad." Suara Audrey memecah keheningan. Damian menoleh. Aidan ikut menatap kakaknya, sendok berhenti di tengah jalan. "Aku mau—" "Shh!" Damian mengangkat satu jari, meletakkannya di depan bibir. Kode diam. Matanya menatap Audrey tegas, lalu menunjuk ke piring masing-masing. Sedang makan. Aturan sederhana yang kemarin dia sampaikan sendiri. Audrey membuang napas kasar. Melengos. Tapi Aidan, dia tertawa kecil. Tawa puas, melihat kakaknya kena batunya sendiri.

