Andai Geby tidak ingat mungkin nyawanya sedang lebih terancam pasti dia malu mendapati dirinya berjalan ke luar dengan pakaian tipis compang-camping seperti itu. Gaun yang dia pakai hanya sepangkal paha dan sangat tipis, siapapun yang telah memberikan pakaian itu jelas manusia yang sangat tidak bermoral. Bahkan Geby masih merasakan bagaimana dadanya terasa nyeri ketika dia sentuh sendiri. Geby benar-benar sangat takut hingga jari-jarinya bergetar ketika berpegangan pada dinding untuk menuruni tangga. Kamarnya ada di lantai tiga dan rumah besar itu terlihat sepi. Geby segera berlari ke luar begitu mendorong pintu yang ternyata tidak terkunci. Dia coba untuk menemukan seseorang yang bisa menolongnya tapi ternyata rumah besar itu benar-benar sunyi dan dikelilingi perairan. "Oh, sial!" pek

