Gween menatap pantulan dirinya di dalam cermin dengan wajah kusut dan mata memerah. Ia menangis semalaman meratapi nasib hidup yang begitu kejam. Meskipun kali ini Gween bersikap egois dan begitu jahat dengan mengabaikan permintaan sang mama. Ya, dia memilih untuk tetap pulang ke penthouse Jero dan mengurung diri di kamar daripada memenuhi panggilan sang Mama yang terus saja membor bordir dirinya hingga Gween menyerah dan mematikan ponselnya. Pagi ini ia terbangun dengan wajah sembab dan juga penampilan berantakan. Tapi hal itu tidak mengurungkan niat wanita itu untuk berangkat kerja. Gween bersiap dengan cepat dan berdandan seadanya karena hari ini dia tidak akan mampu menyembunyikan kantung matanya yang begitu menghitam. Wanita itu pun turun dan sedikit terkejut melihat Jero masih du

