Panji ternyata memang benar-benar membawanya ke kantor polisi. Tetapi seperti yang ia katakan tadi, ia tidak sedikitpun gentar. Karena ia toh memang tidak bersalah. Lagi pula ia yakin, para penegak hukum di negeri ini bukanlah orang d***u. Mana mungkin mereka langsung menelan bulat-bulat pengaduan Panji, tanpa melakukan penyelidikan terlebih dahulu. "Ayo kita turun, Mas. Kita langsung ke bagian SPKT saja. Di sana Mas bisa segera melakukan pengaduan." Keshia bersiap-siap turun dari mobil. Sementara itu Panji semakin ragu. Terlebih lagi saat ia melihat Keira mengernyitkan kening, sambil mengelus-elus perut besarnya. Sepertinya Keira sedang kesakitan. Ada getaran halus yang merambati hatinya, saat melihat Keira mengelus-elus perutnya seperti itu. Rasanya seperti terharu. "Cepetan Mas, pana

