Semoga

1076 Words

Di suatu tempat, di kota lainnya, di salah satu rumah, seorang lelaki muda bernama Revan tampak sedang berkutat dengan laporan keuangan. Ia memijit keningnya sesekali, merasa pusing karena laporan yang dibuatnya harus berkali-kali direvisi. Ia baru saja memesan makanan online dan menunggu salah satu rekannya untuk datang juga. Ia membutuhkan seseorang untuk membantunya mengerjakan laporan atau sekadar berbincang-bincang. Entah bicara apa, mungkin sekadar ingin mendapat tempat untuk mengeluh atau mendiskusikan hal selain pekerjaan. "Kau jadi ke sini? Bantu selesaikan laporanku. Aku pusing. Nanti kita makan-makan," bujuk Revan kepada rekannya lewat sambungan telepon. "Oke. Aku ke sana, segera. Ini masih di jalan." Sebenarnya, itu adalah hari Minggu, alias libur. Namun, Revan harus seger

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD