"Joni!" Aul seketika berteriak ketika melihat sahabatnya itu tersungkur dan jatuh. Semua juga jadi ikut panik. Setelah itu, samar terdengar suara erangan yang entah berasal dari mana. Semakin paniklah mereka semua. Besi tak punya cara lain. Ia seret Joni ke salah satu ruangan paling dekat. "Ayo, masuk!" Besi membuka pintu dan masuklah mereka semua ke sana. Ke sebuah ruangan yang bahkan Besi sendiri tak tahu ruangan apa itu. Suara-suara erangan itu berubah jadi suara geraman yang semakin banyak. Jelas terdengar. Di ruangan yang mereka tempati, sungguh gelap. Tidak ada penerangan sedikit pun dan itu, memang sudah seharusnya. Agar tak mengundang mahluk-mahluk itu untuk masuk. "Gelap," ucap Aul. "Ya, memang. Tapi bagus, itu bagus," sahut Besi. "Apa temanmu masih bernapas?" lanjutnya, b

