Giliran Besi. Ia juga dihadapkan kepada pilihan yang cukup pelik. Tentu, baginya, kembali ke kehidupan biasa, bisa bebas, adalah keinginannya yang paling besar, tapi demi itu, apakah ia rela menanggalkan rasa kemanusiaannya? "Begini, Besi. Semua tahanan, yang dipindahkan dari Jakarta, tetaplah seorang tahanan. Dengan adanya bencana ini, itu tak lantas menjadikan mereka seseorang yang bebas. Hukuman tetaplah hukuman. Itu sudah tertulis di pengadilan. Di surat sah yang tidak bisa sembarangan dihapus begitu saja. Kau atau semuanya, tentu harus kembali melanjutkan hukuman itu. Aku sudah memeriksanya dan kau masih memiliki hukuman sekitar sebelas tahun penjara lagi. Ah, tentu bukan waktu yang singkat, bukan,? Tapi, aku yakin, kau sudah terbiasa. Itu pun, kalau kau memang masih ingin tetap sep

