... Mendengar nama Agrata, Reyna merasakan tusukan dingin di hatinya. Proyek Vitality Power adalah event besar yang harus ia hadiri bersama Agrata. Masa lalunya sedang berusaha menghancurkan masa depannya. Reyna menarik napas dalam, memejamkan mata sejenak. Ketika ia membukanya, mode bar-bar-nya kembali, bercampur dengan keputusasaan. “Aku tidak bisa, Mas,” tolak Reyna, kali ini suaranya dingin dan mutlak. “Kamu tidak mengerti. Dunia yang kamu sebut bersih ini bukan hanya pekerjaan. Ini adalah bentengku. Aku punya seseorang yang percaya padaku, seseorang yang akan menikahiku. Dia sudah melihat sampah di diriku, dan dia tetap memilihku!” Reyna maju, menantang kakaknya. “Aku tidak akan mempertaruhkan janji itu, Mas. Aku tidak akan menjadi kurir lagi. Aku tidak akan menodai struktur hidup

