Bab 32. Fajar di Suite Kepresidenan Bangkitnya Sang Raja Pahit Cahaya fajar menyusup melalui jendela suite kepresidenan yang mewah, menerangi ruangan yang dipenuhi aroma obat dan kesuksesan. Reyna duduk di sofa di samping tempat tidur, kelelahan, tetapi matanya bersinar. Di atas meja, terdapat briefing hasil operasi semalam, lengkap dengan catatan tulisan tangan Reyna sendiri. Agrata mulai bergerak. Ia membuka mata, pandangannya masih kabur, tetapi insting hyper-nya segera menyala. “Laporan? Presentasi?” gumam Agrata, suaranya serak. “Struktur aman, Tuan Agrata,” jawab Reyna, senyumnya puas. “Anda tidur seperti bayi. Enam jam penuh. Dan kekaisaran Anda telah dibersihkan.” Agrata menegakkan tubuhnya, merasakan sisa-sisa efek obat bius. Ia meraih tangan Reyna, matanya meneliti wajah Re

