BAB 29

1546 Words

Setelah sesi strategi yang intens, ketegangan mulai mereda. Agrata menarik Reyna ke dapur -modern-nya. “Aku sudah meminta koki pribadiku untuk menyiapkan makanan paling terstruktur yang pernah kamu makan,” kata Agrata. Reyna menggeleng. Ia membuka tas kecilnya, mengeluarkan wadah plastik. “Tidak, Tuan Agrata,” balas Reyna, tersenyum nakal. “Malam ini, kita merayakan ikrar darah kotor kita dengan comfort food yang paling bar-bar.” Reyna meletakkan wadah berisi jengkol balado di atas counter marmer putih mengkilap Agrata. Aroma rempah dan jengkol yang kuat langsung memenuhi dapur futuristik itu. Wajah Agrata, yang tadi dingin karena strategi, melunak. Ia tahu Reyna sedang menguji struktur-nya, dan ia harus lulus. Agrata mengambil dua piring, sendok, dan sumpit—dengan struktur yang semp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD