Mencari Identitas

1726 Words

Tidak sampai 5 menit, Zaya sudah turun. Dia mengambil tas juga mengganti pakaian. Aland mengernyit heran, sejak kapan Zaya bisa bersiap-siap secepat itu. Pikirnya. "Kau sudah siap?" tanya Aland. "Tentu saja, Aland. Aku harus cepat agar kau cepat ditangani," sahut Zaya tersenyum. "Oh, begitu rupanya." "Ayo!" Zaya dan Aland langsung keluar. Nyonya Azzela dan Tuan Pram menunggu mereka di depan. "Hati-hati, Zaya," kata Nyonya Azzela saat mereka akan berangkat. "Iya, Ma." Mereka segera pergi. Herry yang mengemudi seperti biasa. "Herry, carilah rumah sakit yang paling bagus," kata Zaya. "Baik, Nona." "Tidak perlu, Herry. Carilah rumah sakit yang dekat saja," kata Aland. "Baik, Tuan." Herry kembali mengiyakan. "Tidak, Herry. Carilah rumah sakit yang bagus. Jika jauh juga tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD