“Kenapa mama kamu lama sekali, Aland?” Tuan Pram yang masih menunggu Nyonya Azzela masuk, pun merasa gelisah. “Entalah, Pa. Kenapa mama bisa lama banget.” Aland ikut gusar. “Biar aku periksa ya, Pa.” Zaya sudah berdiri dan siap untuk pergi, tetapi Aland mencegahnya. “Tidak perlu, Zaya, kita tunggu saja mama masuk.” “Baiklah.” Zaya kembali duduk. Mereka masih menunggu, hingga 5 menit berlalu Nyonya Azzela belum kembali ke masuk. “Apa yang mamamu bicarakan dengan, Bu Arum, kenapa lama sekali?” Tuan Pram sungguh tidak tenang, dia beberapa kali berdiri dan duduk kembali. Sesekali melihat ke arah ruang depan. “Apa mama tidak jadi menyuruh, Bu Arum, pulang?” gumam Aland menerka. “Kalau begitu, akan aku periksa,” kata Aland berdiri. Namun, tiba-tiba Zaya melihat ke arah jendela. “T

