Zaya tertidur hingga siang hari, dia baru terjaga ketika tirai diterpa angin, dan matahari mengenai wajahnya. Zaya menggeliat malas dan hendak mengubah posisi tidurnya untuk melanjutkan tidur. Tapi beberapa detik kemudian Zaya ingat sesuatu dan langsung bangun. Hal pertama yang ia lakukan adalah mengecek ponselnya, melihat apakah Juna membalas pesannya atau tidak. "Kenapa hanya dibaca saja?" Zaya putus asa, dia membenamkan wajah ke lututnya. Dengan sedikit isakan kecil, bahu Zaya terguncang. Setelah mandi dan berganti pakaian, selanjutnya Zaya mulai bosan karena tidak ada aktivitas lain yang bisa ia kerjakan. Sepanjang hari ia hanya menelusuri pekarangan rumah, sesekali duduk, dan menikmati segala yang ada. Sungguh kebosanan yang luar biasa. "Andai saja aku masih bisa bekerja," gumam

