Kebetulan selama tidur semalaman Elfathan tidak menggunakan baju, hal itu mempermudah dirinya melakukan hal lebih. Ia menarik diri setelah merasa cukup. “Huhh..” nafas keduanya terengah. Elfathan menatap istrinya lekat. Mereka berbicara melalui tatapan. Arsyila tahu maksud dari tatapan suaminya. Ia menangkup wajah Elfathan sembari tersenyum. Dengan senyuman itu seolah mengizinkan Elfathan untuk melakukan lebih dari ini. “Kenapa, Kak?” tanya Arsyila dengan nafas terengah. “Saya sudah tidak bisa menahan diri Arsyila.” “Terus?” Arsyila tahu maksud suaminya namun ia ingin Elfathan mengatakan sendiri keinginannya. Elfathan mendekatkan wajahnya pada telinga Arsyila lalu membisikkan sesuatu padanya. Ia terdiam sejenak, hal itu membuat Arsyila menunggu. “Ayo bilang, Kak!” ujar Arsyila

