Bab 55

1256 Words

Aluna melihat perubahan ekspresi Kaiden. Tidak banyak. Hanya sedikit mengeras di bagian rahang. Sedikit menyipit di mata. Namun cukup jelas. Pria itu tidak senang. Sangat tidak senang. Entah karena dirinya datang. Atau karena dirinya datang bersama Riko. Dan justru karena itulah Aluna mendadak tersenyum manis. "Meja yang itu aja." Riko langsung menoleh. "Yang itu?" "Iya." "Itu dekat sekali." "Aku suka dekat." Riko menutup mata sesaat. Tuhan. Tolong. Mereka duduk hanya beberapa meja dari Kaiden. Tidak terlalu dekat. Tapi cukup dekat untuk saling melihat. Cukup dekat untuk saling menyadari keberadaan masing-masing. Begitu pelayan datang, Aluna langsung memesan dengan semangat yang berlebihan. "Aku mau steak jumbo dua." "Oke." "Matangnya medium." "Oke." "Tambahin m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD