Bab 78

1059 Words

Pintu rumah tertutup pelan di belakang mereka. Suasana begitu sunyi hingga suara napas Kaiden yang berat terdengar jelas di ruang tengah. Nada masih menopang lengan pria itu, berusaha menjaga keseimbangannya agar tidak terjatuh. "Pelan, Kai," ucapnya lirih sambil mengencangkan pegangannya. "Kamu hampir jatuh." Kaiden mengangkat kepala dengan susah payah. Tatapannya buram, tetapi satu hal masih tampak jelas di wajahnya—ia tidak ingin ada siapa pun berada di dekatnya. "Aku... bisa sendiri," gumamnya serak. "Kamu bahkan susah berdiri," sahut Nada sabar. "Biar aku bantu sampai ke kamar." Mereka baru beberapa langkah menaiki tangga ketika Kaiden mendadak menghentikan langkahnya. Ia menarik lengannya dari pegangan Nada meski tubuhnya kembali limbung. "Nggak usah." Nada menghela napas pan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD