Bab 17

1309 Words

Langit masih gelap ketika Felisha membuka matanya. Jam di dinding baru menunjukkan pukul lima. Suara samar petugas rumah tangga yang bersiap di luar kamar terdengar berlapis dengan kicau burung. Hari ini, ia dan Grari berangkat ke Pangandaran untuk kunjungan kerja — sekaligus, menurut pihak humas, “bulan madu kecil” untuk media. Ia duduk di tepi tempat tidur, mengenakan kaus tipis dan cardigan abu. Tas ransel kecil sudah siap, dengan kacamata hitam, kamera saku, dan scarf biru muda yang dilipat rapi. Pintu kamar diketuk pelan. “Bu, Bapak sudah siap di mobil,” suara Ratih terdengar sopan. Felisha menarik napas, mengangguk pelan. “Baik, aku turun.” Stasiun Bandung masih setengah sepi ketika mereka tiba. Udara pagi menampar lembut kulit, dan aroma kopi dari kios kecil di peron menggo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD