Scars 23 Larilah Ren..., lari seperti pengecut!

1308 Words

Beberapa kali Adhia melakukan itu. Hingga akhirnya dia merasa perasaannya tidak enak, ada sesuatu yang janggal, kemudian dia melirik ke arah kaki Ara. Apa yang dilihatnya membuatnya menjerit kecil, menutup mulutnya dan dia tidak sadarkan diri. ~~~ "Di... Bangun Di..." Adhia merasakan tepukan lembut di pipinya beberapa kali, membuatnya membuka mata. Dia memindai sekeliling. Ada Bunda Mia, Tarendra dan Tyas.  Dipeluknya Bunda Mia dan dia menangis tersedu di pelukan pengurus senior panti  itu. "Bun.... Ara bun..., kakinya Ara bun... hu... hu... Kasian Ara bun. Salah Ara apa hingga dia harus selalu menderita? Ara tidak salah bun... " Yang berada di situ bisa merasakan kepedihan Adhia. Tarendra mungkin yang paling menyesal. "Sudahlah Adhia... Kamu harus ikhlas ya sayang. Kalau kamu tidak ik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD