Bonus Part – Wishaka dan Anu

2139 Words

Bagi Safana yang belum banyak mengenal pria, diajak makan begini sesuatu yang wow banget. Ia jadi merasa, masa muda yang terlewat karena sibuk bekerja, kembali menyapa di usia 24 tahunnya. “Diminum, Mbak. Gue yang traktir, jadi nggak usah sungkan.” “Eh, iya ...” Safana tersenyum, kemudian meraih gelas jus. Di mata sang nona yang kini jadi nyonya, Safana si ceriwis dan aktif. Rekan sesama pelayan juga berpendapat demikian. Bahkan ada harinya saja ia absen membuat orang lain geleng-geleng kepala. Tapi, sekarang, ia nggak ada bedanya dari Kukang Jawa, alias pemalu. “Riko, mmm ... terima kasih banyak, ya?” “Santai aja kali.” Tawa Riko mengudara, bahkan mencolek ringan dagu Safana. Membuat sang empu kaget sekaligus merona-rona. “Eh, kita udah tukeran nomor belum, sih? Sumpah, Mbak, kemarin-

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD