50

2136 Words

Ronde kedua sudah terselesaikan dengan sangat baik sekali. Penyatuan yang sangat panas dan penuh gelora. Anin masih menempelkan tubuhnya dalam dekapan Mathew. Perkutut itu perlahan keluar dengan lemas dan tak lagi memenuhi ruang gua sempit itu. Cairan hangat itu menetes keluar karena tak bisa tertampung semua. "Mau mandi sekarang?" bisik Mathew pada Anin yang sudah nampak lemas tak berdaya. "Hu um ..." jawab Anin hanya berdehem pelan. Napas Anin masih sedikit memburu. Mathew benar -benar kalap dan sangat hebat seklai. Selama ini, Anin sellau puas dengan permainan panas Mathew. Ini yang embuat Anin candu dan tak bisa melupakan Maathew, walaupun dia kana menjadi kakak tirinya. Anin mulai bisa menerima keadaan hubungan mereka. Siapa yang bisa melawan takdir? Bahkan mereka pun hanya bisa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD