Ada yang Panas dan Cemburu

1115 Words

Pameran hari kedua masih berlangsung ramai, ketika aku melihat Mas Awan kembali mendekati booth kami. Dia tidak datang untuk mencoba produk, melainkan membeli makanan di booth sebelah. Tatapan Mas Awan yang menghujam langsung membuatku merasa ada badai yang akan segera datang. Aku mencoba tetap tersenyum. Meskipun tanganku sedikit gemetar saat merapikan display produk. Satria, yang berdiri di sebelahku, sedang membantu pengunjung lain mencoba tester serum. Dia belum sadar kalau bahaya sedang mendekat. "Embun," suara Mas Awan memanggilku dingin. Aku menoleh dan berusaha tetap sopan. "Iya, Mas. Ada yang bisa aku bantu?" Mas Awan melangkah mendekat, pandangannya menyapu seluruh booth sebelum akhirnya berhenti pada Satria. "Hebat juga kamu bisa sampai seramai ini." Aku tersenyum kaku.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD