Setelah Veya pergi, Kafe Senja diselimuti keheningan yang berat, dipenuhi aroma mawar yang mengganggu bercampur aroma s**u yang tumpah. Nita, yang masih membersihkan noda kopi, merasakan aura dingin yang datang dari kekasih palsu itu, Binta dan Gala. Gala tidak bergerak. Ia hanya menatap Binta yang sedang menimbang biji kopi dengan tangan gemetar. Binta baru saja menerima dua pukulan mematikan: pengkhianatan Veya sebagai selingkuhan Bara, dan tantangan kode rahasia yang menguji batasan Gala. "Nita, kau boleh pulang lebih awal," perintah Gala, suaranya tenang tapi memerintah. Nita berhenti menyeka. "Tapi, Tuan Gala, Kafe Senja masih buka." "Kafe Senja ditutup untuk sesi privat," potong Gala. "Aku akan membayar jam kerjamu penuh, bahkan bonus untuk pertunjukan tadi." "Siapa boss-nya

