Bab 20. Kehancuran yang Sama

1379 Words

Setelah Veya pergi, Kafe Senja diselimuti keheningan yang berat, dipenuhi aroma mawar yang mengganggu bercampur aroma s**u yang tumpah. Nita, yang masih membersihkan noda kopi, merasakan aura dingin yang datang dari kekasih palsu itu, Binta dan Gala. ​Gala tidak bergerak. Ia hanya menatap Binta yang sedang menimbang biji kopi dengan tangan gemetar. Binta baru saja menerima dua pukulan mematikan: pengkhianatan Veya sebagai selingkuhan Bara, dan tantangan kode rahasia yang menguji batasan Gala. ​"Nita, kau boleh pulang lebih awal," perintah Gala, suaranya tenang tapi memerintah. ​Nita berhenti menyeka. "Tapi, Tuan Gala, Kafe Senja masih buka." ​"Kafe Senja ditutup untuk sesi privat," potong Gala. "Aku akan membayar jam kerjamu penuh, bahkan bonus untuk pertunjukan tadi." "Siapa boss-nya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD