Percayalah, setiap kesalahan yang dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung semua pasti sudah termasuk dalam ujian takdir. Tapi apakah harus seperti ini? Setelah satu jam lamanya Jung bercerita tentang kehidupan masa lalunya, mungkin itu bukan apa-apa bagi Yara selain terkejut tak percaya bahwa pria itu benar-benar egois. Namun ia merasa tertipu dan kecewa mendengar pengakuan tentang siapa pelaku yang menyebabkan kematian suaminya. Belum lagi pria itu mengaku mencintainya terlepas dari rasa kasihan seperti yang terjadi di awal pertemuan. "Maaf hiks.. saya tidak bermaksud membunuhnya, Yara-ssi." Jung berlutut di hadapan Yara. Yara hanya dapat tertunduk lemas seketika dengan mata yang memerah. Dadanya terasa sakit penuh sesak, bagaikan dihantam bongkahan batu besar bersamaan t

