Accept

1056 Words

“Mengapa harus membuat aku mati?” Pertanyaan itu keluar perlahan dari bibir Claudia, tapi gaungnya terasa memenuhi seluruh ruang kunjungan di penjara wanita itu. Kata mati menggantung di udara terasa dingin Madam Friska tidak langsung menjawab. Ia menyandarkan punggungnya ke kursi, menyilangkan kaki dengan anggun, lalu tersenyum tipis. Senyum seorang perempuan yang terbiasa memegang nasib orang lain di ujung jarinya. Senyum wanita penuh kekuasaan. “Supaya kamu bisa membalas dendam dengan lebih powerful,” katanya tenang. " Supaya musuh tidak menyangka kalau kita sudah menghunuskan pedang" Claudia menelan ludah. Masih belum mengerti apa yang direncanakan Madam Friska, sampai harus membuatnya mati. “Ketika musuh merasa dirinya menang,” lanjut Friska, suaranya rendah dan pasti, “mereka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD