Happy Reading. Feli membuka matanya perlahan, mengerjab menyesuaikan cahaya yang menyinari celah korden di kamar itu. "Eh, kenapa Marvin ada di sini? Ya Tuhan, aku hampir saja lupa kalau kami sudah menikah," batin Feli saat melihat Marvin memeluknya dengan erat. Hampir saja tadi dia memukul Marvin kalau tidak segera ingat bahwa semalam mereka baru saja menghabiskan malam yang panas. "Aku harus terbiasa dengan semuanya, aku sekarang adalah seorang istri, jangan sampai aku lupa lagi, bisa-bisa suamiku masuk rumah sakit seperti pamannya itu!!" Feli merasakan tubuhnya terasa di tindih oleh benda yang berat. "Ya Tuhan, kenapa dia selalu memelukku seperti ini saat tidur? Apa dia tidak tahu kalau tangannya itu berat, sepertinya aku harus membeli guling yang besar untuk dia peluk!" gerutu Feli