19. Maafkan Aku, Master

2208 Words

Kereta terus melaju melewati sebuah tembok pembatas dan gerbang. Begitu melintas, keadaan langsung berubah. Rumah besar menghilang dan di gantikan oleh rumah-rumah kumuh yang berhimpitan. Tidak ada lagi halaman penuh kebun bunga di tiap rumah, yang ada hanyalah trotoar kotor dan got yang terbuka. “Raja Samael berniat merobohkan tembok pembatas yang baru kita lalui,” ucap Magda ketika dilihatnya wajah kaget yang ditunjukkan oleh Ilsa akan perubahan yang mencolok diantara kedua daerah. “Ia juga hendak memberi pajak lebih bagi para bangsawan dan membaginya pada mereka yang membutuhkan.” Ilsa tidak menjawab. Ia tidak pernah paham tentang pengaturan kota dan kebijakan ayahnya selama ini. Enam belas tahun ia hidup, belum pernah sekalipun ia memikirkan tentang rakyat Valorent. Ia sepertiny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD