61. Hutang Ilsa

1459 Words

Lolerei menatap belakang kepala Ilsa yang sedang berjalan di halaman depan istana menuju ke pusat Kota, tepat seperti yang direncanakannya. Kini yang perlu dilakukannya hanyalah menunggu dan berharap wanita bodoh itu tidak lupa atau melarikan diri dengan bayarannya. “Tamatlah riwayatmu, Kutu Busuk!” Lolerei menggumam  dengan wajah penuh dengan perasaan puas. *** *** Ratu Yva memerintahkan Ilsa untuk pergi ke kota segera. Berjalan sendirian menyusuri jalanan berbatu pualam yang rata, Ilsa berusaha menekan perasaan panik dari kepalanya dalam-dalam. Ilsa menoleh kebelakang. Ia baru saja melewati gerbang istana yang masih terlihat lengang karena hari masih pagi. Kebanyakan pasti masih sedang sibuk di dapur untuk makan pagi. Ia kembali menolehkan kepalanya ke depan. Terakhir kali ia me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD