18.35 ‘Apa kau takut?” “Tentu saja aku takut tuan, penjaga sipil malam-malam seperti... “ “Seperti apa?” “Bu-bukan seperti apa tuan.” Terdengar suara kekehan si seberang sana. Gadis itu semakin gugup bingung harus mengatakan apa. “Aku menghubungi mu karena rindu.” Deg deg deg... “Dan maaf kemarin tak datang, aku benar- benar menyesal membuatmu menunggu... “ “Si-siapa bilang aku menunggu? Aku tidak menunggu kok.” Sudah rasanya gugup sekarang jantungnya bekerja dua kali lebih cepat lagi. Sidra tak pernah merasakan perasaan ini sebelumnya karena memang ia tak pernah di perlakukan lembut oleh orang lain apalagi seorang pria, itu tidak mungkin sekali. “Jadi tidak ya, hemm... kenapa rasanya sakit sekali.” Yoga mengulum bibir menahan tawa kala mendengar ringisan dari Sidra. “Ternyata pata

