Di hamparan tanah yang luas, Leo dan Vano memasang tenda camping untuk mereka berdua. Tampak beberapa keluarga sedang melakukan hal yang sama. Sesekali Vano berhenti melakukan kegiatan, ia merasa terganggu dengan anak-anak yang sedang bersama ibu mereka. Leo yang mengetahui itu hanya bisa menghirup nafas dalam-dalam sebelum membuangnya kasar. “Son, sedang apa? Sudah belum?” ia sengaja memunggungi Vano agar sang anak tidak curiga dengan teriakannya. “Sudah dad.” “God boy.” Leo berputar membuat Vano segera berpaling, takut ketahuan ayahnya jika ia sedang menerungi nasibnya. “Bagaimana kau puaskan?” tanya Leo mencoba mengalihkan perhatian Vano. Pemuda itu mengangguk memberikan jempol pada sang ayah. “Dad, kita lupa membawa bahanya.” “Loh, padahal daddy sudah minta Lana untuk di masukka
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


