Jackson kembali ke kota bersama Miranda. Kini keduanya tengah duduk di meja makan restoran dengan berbagai makanan di atas meja. Dengan begitu banyaknya makanan, Miranda hanya minum lalu mengaduk-aduk makanan di hadapannya. "Kau akan kembung jika hanya minum saja." mendengar itu Miranda pun segera menyuap namun Jackson menahan tangannya. "Jangan di paksa." ucap Jackson mengerti perasaan Miranda. "Maaf, Tuan." Jackson tidak ingin terlihat kurang ajar sudah lancang memeluk Miranda namun hanya itu yang bisa ia lakukan. "Menangislah." Saat itu juga, air mata kekecewaan Miranda luruh dari pelupuk matanya. Entah Jackson benar menyukainya atau hanya pelarian semata, ia tidak peduli selama dia dianggap seseorang bukan hanya mata pencaharian. Dalam mansion ia bisa tersenyum tanpa beban mengi

