Helena masuk ke kamar Layla membawa bubur. “Kemana suamimu?” tanyanya tak melihat Leo karena tak biasa-biasanya Leo meninggalkan Layla sendirian. Meletakkan nampan membiarkan perawat melepas alat-alat yang berada di tubuh Layla. “Dia sedang keluar sebentar, mungkin berganti pakaian.” jawab Layla sedikit meringis. “Terimakasih.” ucapnya pada perawat tersebut. “Sama-sama nyonya. Baiklah, sejam lagi kami akan kembali untuk terapi kecil.” Layla mengangguk. Dan Helena kembali berterimakasih sampai perawat tersebut keluar. “Saatnya sarapan, kau tidak boleh melewatkan apapun untuk kalian berdua.” Helena mulai menyuapi Layla dan di terima dengan senang oleh Layla. “Bagaimana, masih seperti biasa ‘kan,” Layla mengangguk memberikan dua jempol tanda dia sangat menyukai bubur buatan Helena sama se

