“Maaf, ya, saya bikin kamu pulang malam,” kata Biantara menoleh ke arah Kasih yang tengah duduk di kursi kemudi. “Jika kamu beneran merasa bersalah, bisa kok menebus rasa bersalahmu dengan naikin gajiku,” balas Kasih santai. Berhubung saat ini mereka berdua sudah berada di luar kantor, Kasih secara otomatis mengubah bahasanya menjadi lebih santai. Dan sepertinya Biantara tidak keberatan akan hal itu. Biantara menghela napas dalam. “Naikin gaji sepertinya hal yang sulit,” ucapnya. “Tapi, saya bisa kasih kamu bonus lembur.” Kasih menoleh sekilas ke arah Biantara. “Serius kamu mau memberiku bonus?” “Iya,” kata Biantara. “Wah…,” ucap Kasih seraya geleng-geleng kepala. “Kalau begini, kayaknya mendingan kamu galau terus, deh. Habis, kamu kalau galau cukup murah hati kepadaku.” Biantara