Di sudut kota Bandung. Hotel Dago, bintang lima. Pukul 16.30. Lucca berhasil membawa wanita bertubuh sempurna dengan wajah cantik mempesona, targetnya hari ini. Itu bukan hal aneh sama sekali, laporan di list Klan Xaverius, Lucca nol persen untuk gagal. Wanita molek itu adalah istri muda dari seorang pemilik salah satu perusahaan pasar modal di Indonesia. Memang begitu konsepnya, gerogoti musuh dengan menumbangkan keluarga serta orang-orang terdekatnya. Istilahnya membunuh pelan-pelan. Sangat menyakitkan. Beberapa berakhir dengan mati sendirinya. Depresi. “Kenapa kamu tampan sekali?” Wanita dengan dress merah menyala, kontras sekali dengan kulit putih mulusnya. Membelai pipi Lucca dengan lembut. Telapak tangannya sedikit dingin. Wajar, tadi mereka sempat mengecoh pengawal pribadi Mirand

