Tepat pukul tujuh petang, Dirga membawa Delia pergi dari rumah. Dirga meminta Delia dandan secantik mungkin. Gaun pesta yang dirancang khusus di butik milik Rima sudah Delia kenakan. Gadis bertubuh mungil itu tampak sangat cantik memesona. Rambut hitam yang dicatok ikal dibiarkan terurai, menyisakan helaian poni di bagian depan. Kalung pemberian Dirga menjadi pemanis di lehernya. Anting kecil menggantung di kedua telinga. Delia sudah menenteng tas kecil berwarna biru, senada dengan gaun yang ia pakai. Dirga dengan setelan formal berdiri takjub. Jas dan celana biru serasi dengan baju Delia. Lelaki itu melangkah maju, mendekati istrinya. Senyum tak lepas membingkai wajah tampan Dirga. Delia cemberut kala Dirga hanya memandanginya saja. Ia mencebik, "Berlebihan deh, masa mau ke pesta teman