24. Tawaran yang Masih Dipertimbangkan

1313 Words

Helva memberengut di mejanya, makan dengan asal pasta yang dia buat. Rasanya sedikit aneh karena moodnya tidak baik sebab Daniel bermain tanpa izinnya, malah main nikmati saja di area dapur pula yang bagi Helva itu tidak seharusnya. Dia hanya berpikir kalau melakukan hubungan itu akan lebih baik di tempat tertutup, kamar lebih aman daripada dapur. Bagaimana jika ada yang lihat? “Hel?” Daniel memanggil pelan. Melihat bagaimana wajah itu murung membuatnya merasa bersalah. “Iya? Makan saja. Setelah itu aku akan mandi. Kau cuci piring sana,” kata Helva jutek dan mempercepat menghabiskan makanannya di meja. Salad, telur goreng setengah matang dan pasta hampir habis di piringnya. Dia sama sekali tak pernah berpikir akan menikmati hidangan mewah itu dengan keadaan mood yang kacau. “Oke.” Dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD