42. Mengambil Langkah

1123 Words

Dua hari setelah rapat, Kantor pusat Sky Light Corporation. Suasana di lantai utama terasa berbeda. Tidak ada lagi tawa lepas atau sapaan santai antar divisi. Wajah-wajah pegawai penuh kecemasan. Beberapa staf membawa dokumen bergegas, sebagian lagi berbicara pelan di sudut ruangan, menghindari perhatian. Di balik pintu kaca ruang utama, Daniel berdiri membelakangi semua orang. Matanya kosong menatap layar proyektor besar yang berisi grafik kerugian. Merah. Semuanya merah. “Investor besar dari Zopla, sudah menarik diri,” lapor Alby dengan suara pelan, “Dan, saham turun delapan belas persen sejak kemarin sore.” Daniel tak menyahut. Tangan kirinya mengepal, kaku. “Berita ini sudah menyebar ke media ekonomi pagi ini. Mereka menyebut perusahaan dalam ‘krisis kredibilitas manajemen’,” tam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD